15 Januari 2026 10:56

Sikap waspada harus senantiasa tertanam dalam jiwa seseorang. Sebab, bahaya bisa datang tanpa disadari. Bahkan, sesuatu yang tampak tenang dan damai bisa jauh lebih berbahaya dibandingkan hal-hal yang telah diketahui ancaman dan bahayanya.

Karena, sesuatu yang terlihat berbahaya, seseorang biasanya sudah mempersiapkan langkah-langkah pencegahan sebelum bahaya itu benar-benar terjadi. Berbeda halnya dengan sesuatu yang tampak tenang namun menyimpan potensi bahaya, situasi seperti ini kerap diabaikan, sehingga justru dapat menimbulkan korban lebih banyak.

Keadaan semacam ini diibaratkan dalam peribahasa: “Bagai bara dalam sekam.”

Pepatah serupa juga dikenal dalam bahasa Arab:

نَّارٌ تَحْتَ الرَّمَادِ

Yang berarti, “Bara di balik abu.”

Kedua pepatah tersebut menggambarkan situasi yang tampak tenang di permukaan, namun menyimpan potensi bahaya, kemarahan, atau konflik yang tersembunyi.

Contoh nyata yang bisa kita temui dalam kehidupan adalah berkembangnya gerakan radikal secara diam-diam. Para pelakunya menyebarkan paham radikal dengan cara halus, tanpa kekerasan ataupun keributan. Namun, dalam jangka panjang, pengaruh mereka dapat membahayakan keamanan masyarakat.

Pepatah ini menjadi pengingat agar kita tidak menilai segala sesuatu hanya dari tampak luar. Dalam menghadapi berbagai situasi, penting untuk memiliki kepekaan dan kehati-hatian, sebab masalah tersembunyi bisa berkembang menjadi besar jika diabaikan.


Berkolaborasi dengan Al-Baihaqi Pena

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *