Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda,
يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُورَةِ الرِّجَالِ، يَغْشَاهُمُ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ، يُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ مِنْ جَهَنَّمَ يُسَمَّى: بُولَسَ، تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ، وَيُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ، طِينَةَ الْخَبَالِ
“Orang-orang yang sombong akan digiring pada Hari Kiamat dalam keadaan kecil seperti semut berwujud manusia.
Mereka diliputi kehinaan dari segala tempat dan digelandang menuju penjara di Neraka Jahannam yang bernama: Bulas, di mana api melahap-lahap dengan ganas. Mereka diberi minum dari nanah penduduk neraka yang bernama: Thinatul Khabal.” (HR. Bukhari dalam al-Adabul Mufrad)
Kata para ulama menjelaskan makna ‘diliputi kehinaan’ dalam hadis di atas, “Mereka berada di serendah-rendahnya tingkat kehinaan. Orang-orang yang berada di padang mahsyar menginjak-injak mereka dengan kaki, saking rendahnya mereka di sisi Allah.”
Faedah dars Tafsirul Jalalain bersama Fadhilatusy-Syaikh Abbas al-Jaunah hafizhahullah di Markiz Aisyah.


