15 Januari 2026 12:05

Al-Haq Ini Sudah Berat, Jangan Semakin Ditambah Berat

Syaikhuna Abbas al-Jaunah hafizhahullah pernah mengomentari bagusnya metode asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah di akhir kitab al-Qawaidul Mutsla dalam menjawab pertanyaan dari orang-orang yang berbeda pemikiran dengan ahlussunnah, kata beliau:

“Jawaban Syaikh ini merupakan pendidikan dan manhaj yang beliau gariskan untuk para ulama dan penuntut ilmu.

Sebagaimana yang sudah pernah kami sampaikan sebelumnya, bahwa al-haq (kebenaran) itu secara asal sudah berat. Maka apabila disajikan dengan keras dan kaku, seringnya tidak akan diterima.

Tentunya, setiap kondisi ada pembahasannya, dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang menerapkan kelemah lembutan, terkadang juga tegas.

Ketika ada sebagian Yahudi yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan: Kehancuran bagimu. Aisyah membalasnya (dengan marah -pent): Semoga kehancuran, laknat dan murka Allah menimpa kalian.

Nabi pun menegurnya: “Pelan-pelan wahai Aisyah, sesungguhnya tidaklah sikap kelembutan terdapat pada sesuatu, melainkan akan membuatnya indah. Dan tidaklah dicabut dari sesuatu kecuali akan membuatnya jelek.”

Bahkan hal yang paling membuat marah musuh adalah saat kita tidak sewenang-wenang, tetapi semuanya dibangun di atas ilmu dan sportifitas. Dua hal ini sangat memberikan pengaruh bagi orang yang mendengar, bahkan orang yang menentang kita.

Lain halnya ketika seorang tidaklah berbicara kecuali mencela, menghina, mengungkit-ungkit (kamu begini dan kamu begitu) tanpa membawa dalil dari ayat ataupun hadis. Tidak mungkin ucapannya akan diterima.”

Yuk, mari kita meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengedepankan kelembutan dan hikmah dalam menyampaikan kebenaran, agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh semua kalangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *