Syekh Arafat al-Muhammadi berkunjung ke markiz kami Markiz Aisyah di sela-sela ziyarah beliau ke kota Aden, tepatnya pada Sabtu lalu (06/06). Saat itu Aden sedang panas-panasnya, matahari terik, air terasa mendidih, bahkan angin pun terasa hangat dan tidak membantu menyejukkan udara.
Sabtu itu, panasnya Aden dan semangat penuntut ilmu jadi satu. Sore hari menjelang waktu magrib, para tamu berdatangan dan masjid mulai penuh dengan para hadirin.
Setelah menunaikan solat magrib, Syaikhuna Abbas menyampaian kalimat pembuka dan sambutan untuk Syaikh Arafat dan para penuntut ilmu yang datang dari berbagai penjuru kota Aden mengunjungi Masjid Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha.
Tak lama kemudian daras berlangsung, membahas Kitabul Buyu’ dari Bulughul Maram tentang hadis-hadis wakaf, pengertiannya, dan hukum-hukumnya.
Selain mumpuni dalam bidang fikih, Syekh Arafat juga sangat mendalami sejarah dan biografi para ulama. Tiap kali menyebutkan seorang tokoh, beliau juga menyebutkan profil singkat dan tahun wafat tokoh tersebut.
Di sela pelajaran beliau mengasung dan menekankan pentingnya seorang penuntut ilmu membaca biografi para ulama:
“Bacalah biografi para ulama! Nasihat bagi setiap penuntut ilmu yang ingin memiliki semangat yang menggebu-gebu terhadap ilmu, rasa cinta terhadap ilmu, serta cita-cita yang tinggi, agar membaca biografi para ulama.”
Beliau juga menyebutkan beberapa manfaat yang didapatkan dari membaca biografi ulama:
“Pertama, kalian pasti akan terpengaruh oleh keluhuran akhlak dan ketawaduan mereka.
Kedua, kalian akan terinspirasi oleh kegigihan dan ketahanan mereka dalam menuntut ilmu, serta perjalanan ilmiah (rihlah) yang mereka tempuh.
Ketiga, kalian akan terkesan oleh kezuhudan mereka serta sikap mereka yang menjauh dari gemerlap dunia.
Keempat, kalian dapat mengambil pelajaran dari nasihat-nasihat dan untaian kata mereka.”

Masih kata beliau:
“Tidak ada seorang pun di antara ulama melainkan memiliki petuah. Mereka memang memiliki banyak perkataan, namun adakalanya Anda menemukan ungkapan seorang ulama yang sarat akan nasihat dan tutur kata yang indah.”
Sesudahnya beliau mengutip petuah seorang ulama Hanafi, Zufar bin al-Hudzail:
من قعد للناس قبل وقته ذل
“Barang siapa yang tampil di depan manusia sebelum waktunya, ia akan rendah.”
Hawa panas kota Aden belum sanggup menghentikan semangat Syekh dalam berdakwah dan menyampaikan ilmu, demikian pula semangat para penuntut ilmu dalam mengikuti setiap pelajaran syekh yang diselenggarakan di berbagai masjid.
Pemandangan seperti ini menumbuhkan gairah dan semangat dalam thalabul ilmi, serta menggambarkan rasa cinta yang besar kepada ilmu agama.


