24 Juni 2026 10:25

Saling Mendoakan, Kebiasaan Mulia Masyarakat Yaman

Yaman adalah sebuah negeri bersejarah di Jazirah Arab yang berbatasan dengan Arab Saudi dan Oman. Jauh sebelum dunia mengenal peradaban-peradaban besar di Eropa, Yaman telah menjadi pusat peradaban kuno yang maju dan makmur, di antaranya Kerajaan Saba dan Himyar.

Mendengar kata Yaman, mungkin yang terlintas di benak banyak orang adalah sebuah negeri yang dikenal dengan warisan sejarah, budaya, dan nilai-nilai Islam yang kuat. Tidak sedikit kebiasaan baik yang masih dijaga oleh masyarakatnya hingga saat ini.

Bertemu dan Berpisah

Salah satu di antaranya adalah kebiasaan saling mendoakan antar sesama. Amalan ini tidak hanya dilakukan oleh para ulama dan orang-orang terpelajar, tetapi juga oleh masyarakat awam. Mereka terbiasa mengucapkan doa-doa kebaikan, baik ketika bertemu maupun saat hendak berpisah.

Allahu yahfazhuk (semoga Allah menjagamu), Allahu yaftah ‘alaik (semoga Allah membukakan bagimu pintu-pintu kebaikan), hayyakallah (semoga Allah menghidupkanmu dengan kebaikan), dan Allahu yubarik fiik (semoga Allah memberkahimu) merupakan beberapa doa yang lazim mereka ucapkan kepada saudara-saudara mereka.

Ibadah yang Paling Mulia

Berdoa merupakan salah satu ibadah yang sangat agung. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan para hamba-Nya untuk berdoa dan memohon segala hajat kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Ghafir: 60)

Di dalam sebuah hadis, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda menjelaskan tentang keutamaan doa,

ليس شيء أكرم  على الله تعالى من الدعاء

“Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa.” (HR. At-Tirmidzi no. 3370)

Mendoakan Saudara

Apakah kita pernah mendoakan kebaikan untuk saudara kita? Mungkin ibadah yang satu ini termasuk amalan yang jarang kita lakukan. Sebab, tidak mudah bagi seseorang untuk mendoakan kebaikan bagi saudaranya sebagaimana ia menginginkan kebaikan untuk dirinya. Amalan ini membutuhkan keikhlasan, keimanan, dan ketulusan hati.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan,

الدعاء بظهر الغيب يدل دلالة واضحة على صدق الإيمان لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

“Mendoakan saudara tanpa sepengetahuannya merupakan tanda jujurnya keimanan seseorang karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak sempurna keimanan seorang hamba sampai ia mencintai untuk saudaranya apa-apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.'” (Syarah Riyadhus Shalihin jilid 6, hlm. 45)

Didoakan Oleh Para Malaikat

Ketika seseorang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka para malaikat juga akan mendoakan kebaikan yang sama untuknya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

ما من عبد مسلم يدعو لأخيه بظهر الغيب إلا قال الملك: ولك بمثل

“Tidaklah seorang hamba Muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan para malaikat akan berkata, ‘Dan bagimu juga seperti itu.'” (HR. Muslim)

Meneladani Kebiasaan yang Baik

Kebiasaan saling mendoakan yang masih terjaga di tengah masyarakat Yaman mengingatkan kita akan pentingnya ketulusan dalam persaudaraan.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang gemar mendoakan kebaikan untuk sesama kaum muslimin dan memperoleh doa dari para malaikat. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *