Di tengah semarak musim haji, Radio Ibnul Qayyim as-Salafiyyah kembali menghadirkan program inspiratif yang menyentuh sisi ruhani kaum muslimin. Sebuah siniar bertajuk “Wa Adzdzin fin Naasi bil Hajj”, menghadirkan nuansa ilmiah sekaligus spiritual yang kuat.
Program ini menjadi bagian dari upaya dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman, memanfaatkan media audio digital untuk menyampaikan pesan-pesan agung seputar ibadah haji, salah satu rukun Islam yang sarat makna dan pengorbanan.
Perekaman siniar tersebut menghadirkan Syaikh Abbas al-Jaunah sebagai pemateri utama. Dalam sesi ini, beliau mengupas makna seruan Allah dalam firman-Nya, “Dan serulah manusia untuk berhaji…”, dengan gaya penyampaian yang tenang, mendalam, dan penuh hikmah.
Perekaman dilakukan di Markiz ‘Aisyah, berlangsung khidmat dan profesional, didukung dengan perangkat audio berkualitas tinggi. Hal ini mencerminkan keseriusan tim Radio Ibnul Qayyim dalam menghadirkan konten dakwah yang tidak hanya kuat secara substansi, tetapi juga unggul dari sisi teknis produksi.

Program “Wa Adzdzin fin Naasi bil Hajj” dirancang sebagai bagian dari rangkaian edukasi manasik haji yang komprehensif. Materi yang disampaikan mencakup perjalanan spiritual seorang hamba sejak niat berhaji, pelaksanaan manasik, hingga refleksi pasca ibadah. Semuanya dikemas dalam format yang mudah diakses oleh masyarakat luas.
Kehadiran podcast ini diharapkan dapat menjadi teman perjalanan ruhani bagi kaum muslimin, khususnya bagi mereka yang tengah bersiap menunaikan ibadah haji maupun yang merindukannya.
Lebih dari itu, program ini juga menjadi bukti bahwa dakwah dapat terus berkembang tanpa kehilangan ruhnya, menjangkau hati umat melalui medium yang relevan di era modern.
Radio Ibnul Qayyim kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu media dakwah yang konsisten dalam menyebarkan ilmu yang sahih, dengan pendekatan yang bijak dan profesional.
Sekilas info, Radio Ibnul Qayyim as-Salafiyyah merupakan media dakwah yang dikelola oleh para pengampu dakwah sunnah di provinsi Aden, dengan arahan dan bimbingan para masyaikh setempat yang dikenal dengan keilmuan serta komitmennya dalam menjaga kemurnian manhaj.
Hal ini menjadikan setiap program yang dihadirkan, termasuk siniar “Wa Adzdzin fin Naasi bil Hajj” berdiri di atas landasan ilmiah yang kokoh, terpercaya, dan berorientasi pada penyebaran ilmu yang saahih kepada umat. Dengan demikian, kehadiran radio ini bukan sekadar media informasi, tetapi juga menjadi bagian dari estafet dakwah yang terus hidup, menyinari masyarakat dengan cahaya ilmu dan tuntunan yang lurus.


