Di antara faedah penting dalam bahasa Arab adalah mengetahui perbedaan antara al-mukhti’ dan al-khathi’. Meskipun keduanya sama-sama berkaitan dengan kesalahan, namun maknanya berbeda.
Secara umum, الخطأ (al-khaṭa’) berarti menyelisihi kebenaran (مخالفة الحق).
Al-Mukhti’ (المخطئ) adalah orang yang melakukan kesalahan tanpa sengaja atau karena kekeliruan. Kesalahan semacam ini dimaafkan oleh Allah Taala. Hal ini ditunjukkan dalam firman-Nya:
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
“Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Dalam hadits qudsi, Allah Taala menjawab doa tersebut dengan firman-Nya:
قَدْ فَعَلْتُ
“Aku telah mengabulkannya.” (HR. Muslim, dari Sahabat Ibnu Abbas)
Oleh karena itu, al-mukhti’ adalah orang yang mendapatkan maaf dari Allah atas kesalahannya yang tidak disengaja.

Adapun Al-Khathi’ (الخاطئ) adalah orang yang melakukan kesalahan dengan sengaja, yakni dengan sadar menyelisihi kebenaran. Allah Taala berfirman:
وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ لَا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخَاطِئُونَ
“Dan tidak ada makanan baginya selain dari ghislīn. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.” (QS. Al-Haqqah: 36–37)
Yang dimaksud dengan الْخَاطِئُونَ (al-khāthi’ūn) dalam ayat ini adalah orang-orang yang sengaja menyelisihi kebenaran dan terus-menerus berada di atas kebatilan.
- المخطئ (al-mukhti’): orang yang salah karena tidak sengaja; kesalahannya dimaafkan.
- الخاطئ (al-khāthi’): orang yang sengaja menyelisihi kebenaran; ia tercela dan berdosa.
(Sumber: Kitab Syarhu Nazhmil Waraqat Fi Ushulul Fiqhi, Karya Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah)


