18 Juli 2026 10:56

Di antara faedah penting dalam bahasa Arab adalah mengetahui perbedaan antara al-mukhti’ dan al-khathi’. Meskipun keduanya sama-sama berkaitan dengan kesalahan, namun maknanya berbeda.

Secara umum, الخطأ (al-khaṭa’) berarti menyelisihi kebenaran (مخالفة الحق).

Al-Mukhti’ (المخطئ) adalah orang yang melakukan kesalahan tanpa sengaja atau karena kekeliruan. Kesalahan semacam ini dimaafkan oleh Allah Taala. Hal ini ditunjukkan dalam firman-Nya:

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Dalam hadits qudsi, Allah Taala menjawab doa tersebut dengan firman-Nya:

قَدْ فَعَلْتُ

“Aku telah mengabulkannya.” (HR. Muslim, dari Sahabat Ibnu Abbas)

Oleh karena itu, al-mukhti’ adalah orang yang mendapatkan maaf dari Allah atas kesalahannya yang tidak disengaja.

Adapun Al-Khathi’ (الخاطئ) adalah orang yang melakukan kesalahan dengan sengaja, yakni dengan sadar menyelisihi kebenaran. Allah Taala berfirman:

وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ ۝ لَا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخَاطِئُونَ

“Dan tidak ada makanan baginya selain dari ghislīn. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.” (QS. Al-Haqqah: 36–37)

Yang dimaksud dengan الْخَاطِئُونَ (al-khāthi’ūn) dalam ayat ini adalah orang-orang yang sengaja menyelisihi kebenaran dan terus-menerus berada di atas kebatilan.

Kesimpulan Perbedaan antara Al-Mukhti’ dan Al-Khathi’

  • المخطئ (al-mukhti’): orang yang salah karena tidak sengaja; kesalahannya dimaafkan.
  • الخاطئ (al-khāthi’): orang yang sengaja menyelisihi kebenaran; ia tercela dan berdosa.

(Sumber: Kitab Syarhu Nazhmil Waraqat Fi Ushulul Fiqhi, Karya Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *